Fokus Pendidikan AUD Terhadap Potensi Anak Bag. II

Fokus Pendidikan AUD Terhadap Potensi Anak Bag. II

Fokus pendidikan AUD terhadap potensi anak bagian dua ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya. Pestalozzi mengungkapkan bahwa pendidikan anak dimulai di rumah melalui berbagai kegiatan yang dilakukan anak pada waktu bermain dan berbagi pengalaman indrawi lainnya. dengan demikian perkembangan anak menurutnya adalah didasarkan pada sel discovery yang merupakan proses belajar terbaik bagi anak usia dini dengan cara bermain untuk menemukan sesuatu.

baca juga : Fokus Pendidikan Anak Usia Terhadap Potensi Anak

Tokoh selanjutnya adalah frobel yang mendirikan sekolah khusus anak Di bawah 6 tahun yang disebut dengan istilah kindergarten. Ia menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi dan penting bagi perkembangan anak selanjutnya. Menurutnya bermain adalah pendidikan dan sebagai pusat dari semua kegiatan yaitu dengan cara menyatukan anak dengan lingkungan dimana mereka hidup dan berada titik dengan bermain anak akan mengembangkan daya khayal dan eksplorasinya

Desain kindergarten nya frobel sebagai tempat dimana anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara alamiah seperti bunga di taman bermain yakni ekspresi diri kepekaan persepsi dan hidup secara harmonis antara anak satu dengan yang lainnya. ia menghadiahi anak-anak dengan berbagai hadiah di antaranya berupa bola, balok-balok, kubus, melipat kertas, menggunting kertas, merajut atau ronce benange lagu-lagu permainan tari dan berbagai gerakan fisik lainnya. jadi ajaklah anak itu bermain secara bebas dan menyenangkan mereka. hindarkanlah permainan mereka itu dari aturan yang ketat dan mengikat. menurut robert aturan bagi anak usia dini ketika bermain adalah merupakan hal yang sia-sia saja. mereka seharusnya bermain bebas sesuai dengan keinginan mereka sendiri tanpa adanya aturan yang mengikat.

Tokoh selanjutnya adalah montessori ia mencurahkan kehidupannya dalam pengembangan sistem pendidikan anak usia dini beserta program-programnya. dia mendirikan sekolah anak-anak dan tinggal bersamanya yang kemudian terkenal dengan nama casa de bambini atau rumah anak-anak. b adalah mereka bermain dan bergembira ria. dia berupaya keras untuk membina mental anak dengan cara mengajar membaca dan menulis terutama kepada anak-anak yang bermental terbelakang atau suhu dengan cara kontak terus-menerus terhadap mereka. keberhasilannya dalam membina anak-anak bermain dan terbelakang itu mendapat hasil dengan sukses.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *