Efektivitas Belajar Dirumah melalui Pembelajaran Daring

Efektivitas Belajar Dirumah melalui Pembelajaran Daring

Hallo Sahabat Literasi, selama malm 27 Rajab ya?

Bukan rahasia lagi musim seperti ini adalah masa galau bagu kalangan anak sekolahan. Ada yang mau ujian sekolah, masuk SMP, SMA, PTN/PTS. Namun karena ada pandemi belajar dilaksanakan dengan daring atau dalam jaringan.

Dalam hal ini orang tua dituntut aktif dalam memback up tugas guru. Pertaannya efektifkan cara ini? Maaf dalam tanda kutip tidak semua orang tua memiliki kapabilitas dalam mendidik, tidak semua memiliki keharmonisan untuk kenyamanan, parahnya lagi justru topic yang membuat anak menjadi muak.

Namun hal yang perlu kita tilik kembali adalah bukankah seorang ibu adalah madrasatul ula, yakni sekolah pertama bagi putra-putrinya. Bukankah rumah adalah baiti jannati yakni tempat ternyaman layaknya surga. Dan bukankah ketika berani mengambil ksputusan untuk menikah dan membentuk keluarga hal vital yang perlu diperhatikan adalah anak, memenuhi kebutuhan mereka termasuk dalam hal mendidik anak.

Dalam situasi seperti ini seharusnya menjadi momen dan kesempatan untuk sama-sama belajar. Belajar parenting terutama bagaimana kita mendampingi anak-anak. Di sini saya memang tidak memiliki otoritas pendapat terkait parenting. Pertama karena saya masih seorang anak dan kedua saya belum menikah. Namun tuntutan untuk mendampingi anak usia 11-20 tahun dalam durasi hampir 24 jam setiap hari banyak memberikan pelajaran terkait pentingnya parenting.

Tak sedikit yang mengeluhkan bahwa rumah bukanlah tempat yang digemari saat keluarga tak bersahabat terutama tak memahami cara pandang seorang anak. Tak sedikit yang mengeluhkan bahwa ketika anak pulang sebuah keluarga sibuk dengan gadget masing-masing. Di titik pendampingan inilah diakui atau tidak kita menyadari peran guru.

Orang tua memang tidak harus selalu mengerti akan pelajaran dan materi anak. Namun minimal paham bagaimana mendampingi, mensupport, dan menstabilkan semangat anak tetap belajar dalam kondisi tidak libur atau efektif fakultatif.

Berikan kenyamanan, berikan perhatian, berikan kepercayaan, hidupkan keberanian, agar atmosfer pendidikan rumah menjadi surga bagi pembelajar (mahyafi, gebang, 21 maret 2020)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *