Dampak Situasi Pandemi: Anak Maunya Hp Terus!

Dampak situasi pandemi salah satunya adalah anak inginnya main hp. Entah itu main game atau sekedar nonton video di YouTube. Kondisi ini terjadi mulai dari anak PAUD sampai SMA. Tidak adanya aktivitas yang memberikan mereka tanggungjawab lebih seperti sebelum adanya pandemi membuat anak ingin santai dan menikmati permainan tanpa harus merasa lelah. Jika dilarang, ada anak yang merasa kecewa, sedih, marah, bahkan ada yang tantrum. Hal ini membuat orang tua merasa tidak tega atau bahkan agar anak diam karena orangtua sibuk work from home

Bermain hp tentu tidak masalah dna malah memiliki banyak efek positif. Ini memang sudah jamannya anak-anak kita lahir di dunia serba teknologi. Berbeda mungkin dengan anak generasi 90-an ke bawah dimana teknologi merupakan sesuatu yang baru yang mungkin belum pernah ada sebelumnya. Setiap era pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Anak era 90-an banyak yang bilang bahwa mereka adalah generasi bahagia dan ngangenin namun mungkin sedikti gaptek. Berbeda dengan anak zaman sekarng yang sudah mengenal teknologi sejak lahir.

Tidak ada yang salah ketika orangtua mengenalkan hp. Mengajak anak foto bareng atau memfoto pose bayi yang lucu juga meruapkan pengenalan hp kepada anak. Namun orangtua harus waspada di masa pandemi ini banyak anak yang lebih suka main hp daripada teman sebaya. Sudah diminta physical distancing, eh malah di rumah tambah tuh ya sikap menyendirinya dengan main hp. Bahaya gak sih?

Sebenarnya anak di bawah 2 tahun tidak boleh sama sekali menatap layar digital. Sedangkan untuk anak dibawah lima tahun penggunaan gadget hanya satu jam. Tidak boleh lebih dari itu. Jika lebih maka bisa saja berbahaya bagi mata dan kesehatan tubuh lainnya. Di masa pandemi ini orangtua harus mampu bersikap tegas. Jika memang sudah dirasa anak lama bermain hp, maka STOP atau minta hp secara paksa. Semua ini demi kebaikan anak. Biarkan anak menangis jika memang itu konsekuensi yang harus diterima. Namun untuk mengurangi rasa kecewa anak, orangtua dapat mengajak anak melakukan kegiatan lain yang bermanfaat seperti bermain di halaman rumah, atau lapangan dekat rumah. bisa juga sungai yang tidak terlalu dalam.

baca juga : Penggunaan Teknologi untuk Pembelajaran

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *