Dampak Perokok di Sekitar Lingkungan Anak

Dampak Perokok di Sekitar Lingkungan Anak

Dampak perokok akan dirasakan oleh semua orang. Bayi, balita, anak, remaja, lansia semua akan merasakan dampak jika ada disekelilingnya orang aktif merokok. Rokok memang dihisap sendiri oleh di si perokok. Namun asap yang dikelaurga menyebar dengan cepat di udara. Hal ini mengakibatkan orang-orang di sekitarnya menjadi perokok pasif. Kondisi ini diperburuk dengan rendahnya kesadaran masyarakat kita akan soal menjaga dan emnghargai orang-orang di sekitarnya.

Lingkungan yang tercemar polusi udara misalnya dimiliki oleh anak yang orangtua atau anggota keluarganya sebagai perokok. Anak-anak dengan orangtua perokok memiliki resiko paling besar terganggu kesehatannya. Mereka berisiko lebih tinggi untuk terkena dampak buruk dari asap rokok dibandingkan dengan orang dewasa. Anak mempunyai sistem imun dan alat pernafasan yang masih berkembang dan rentan terhadap berbagai penyakit. Saluran pernafasan dan paru-paru yang kecil membuat anak lebih sering bernafas sehingga lebih sering menghirup asap rokok. Anak-anak telah menjadi perokok pasif dan third hand smoker dikarenakan anggota keluarga anak yang merupakan perokok aktif dan atau lingkungan rumah yang tidak sehat, yaitu banyak perokok aktif.

baca juga: Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini

AnakĀ  memiliki hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman. Lingkungan tidak hanya mencakup kebersihan area bermain atau tempat tinggal anak, tetapi juga perilaku sehat yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Ketika kesehatan fisik anak terganggu, maka dalam melakukan tindakan-tindakan lainnya pun akan terganggu bahkan dalam ksehatan psikisnya pun akan mengalami gangguan, begitupun sebaliknya. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat.

Selain mengakibatkan terganggunya sistem pernafasan anak, orangtua yang merokok juga dapat mempengaruhi anak untuk selanjutnya menjadi perokok aktif ketika beranjak dewasa. Akhir-akhir ini, Indonesia dikagetkan dengan anak usia dini yang sudah menjadi perokok aktif bahkan menjadi perokok berat. Tak lain, penyebab adalah orang tua atau orang di lingkungannya adalah perokok pula. Anak yang merupakan peniru ulung dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi mulai mencoba merokok dan ketagihan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *