Dampak Anak Tunanetra terhadap Perkembangan Motorik

Dampak Anak Tunanetra terhadap Perkembangan Motorik

Dampak anak tunanetra terhadap perkembangan motorik nya tidak secara langsung mempengaruhi . Perkembangan motorik anak tunanetra pada bulan-bulan awal tidak berbeda dengan anak awas. Namun, selanjutnya perkembangan motorik anak tunanetra tampak berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi visual ketidakmampuan menirukan orang lain, dan pengaruh faktor lingkungan.

Pada anak-anak yang awal kegiatan motorik sangat dipengaruhi oleh rangsangan visual yang ada di sekitar anak. Ketika anda melihat benda yang menarik perhatiannya timbul keinginan untuk meraih benda tersebut . Dengan kegiatan semacam ini yang terjadi terus-menerus dengan sendirinya memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik. Sebaliknya, pada anak tunanetra karena tidak dapat melihat benda di sekitarnya sehingga anak kehilangan stimulasi visual yang dapat merangsang anak untuk melakukan kegiatan motorik. Akibat hilangnya simulasi visual, anak tunanetra kehilangan motivasi bergerak dan sering kali mengalami hambatan keterampilan fisik khususnya dalam menggunakan tubuhnya seperti koordinasi tangan dan motorik halus untuk mengenal lingkungan .-. Seperti anak yang awas, anak tunanetra tidak dapat belajar melakukan gerakan atau aktivitas matahari dengan cara meniru orang lain. Anak-anak wasrik belajar mandiri melalui meniru dan melihat orang lain yang lebih dewasa di sepanjang hidupnya

Banyak anak tunanetra mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan fisik karena faktor lingkungan. Orang tua sering memberikan perlindungan yang berlebihan dan kurang memberi kesempatan kepada anak tunanetra untuk belajar bergerak untuk melakukan aktivitas motorik dan menggunakan tubuhnya untuk mengenal lingkungannya apa sering salah mengerti bahwa kalau tidak dilindungi dianggap tidak menyayangi anaknya

Keadaan ini juga mungkin telah menyebabkan orang memberikan perhatian dan perlindungan yang berlebihan kepada orang tua dan netral atau bahkan tidak memperdulikan sama sekali yang keduanya tidak menguntungkan bagi perkembangan anak tunanetra. Namun, terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak awas yang bersekolah bersama-sama dengan anak tunanetra. Interaksi dengan memiliki sikap perilaku positif terhadap nya daripada mereka yang tidak pernah terekspos pada kehidupan individu tunanetra . Dengan atom netral secara lebih dekat tempatnya membuat mereka menyadari bahwa antara anak tunanetra adalah awas itu lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya

Baca juga:Secara Etiologi, Dua Faktor Timbulnya Ketunanetraan

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *