Carl Rogers: Konsep Diri Berasal dari Diri Sendiri

Carl Rogers: Konsep Diri Berasal dari Diri Sendiri

Carl Rogers dibesarkan dalam keluarga yang sangat religius di daerah midwest dan menjadi pendeta Protestan, yang lulus dari Union Theotogicai Seminary di New York . Selama karirnya sebagai pendeta, Rogers menjadi semakin tertarik dengan konseling dan terapi sebagai cara melayani orang-orang yang mengalami masalah, dari siapa ia mengembangkan bentuk khusus terapi yang disebut clent-centered therapy. Teorinya didasarkan pada prinsip humanistik bahwa jika orang diberi kebebasan dan dukungan emosional urttuk bertumbuh, mereka bisa berkembang menjadi manusia yang berfungsi secara penuh. Tanpa kesamaan atau pengarahan, tetapi didorong dengan lingkungan yang menerima dan memahami situasi terapeutik, orang akan memecahkan masalahnya sendiri dan berkembang menjadi jenis individu yang mereka

Kita tidak bisa mendapatkan cinta dan persetujuan orang tua atau orang lain kecuali bila mematuhi norma sosial dan aturan orang tua yang keras. Kita diperintahkan untuk melakukan apa yang harus kita lakukan dan kita pikirkan. Kita dicela, disebutkan nama, ditolak, atau dihukum jika kita tidak menjalani norma dari orang lain. Sering kali kita gagal, dengan akibat kita mengembangkan penghargaan diri yang rendah, menilal rendah diri sendiri, dan melupakan siapa diri kita sebenarnya.

baca juga:Pandangan Filsuf PAUD tentang Anak Usia Dini

Rogers mengatakan bahwa jika kita memiliki citra diri yang sangat buruk atau berperilaku buruk, kita memerlukan cinta, persetujuan, persahabatan, dan dukungan orang lain. Oleh karena itu, kita tidak dapat hidup sendiri. Dukungan dari orang lain membuat diri kita menjadi kuat. Kita memerlukan unconditional regard (memberikan dukungan dan apresiasi individu tanpa menghiraukan perilaku yang tak pantas secara sosial), bukan karena kita pentas mendapatkannya, tapi karena kita adalah manusia yang berharga dan ┬žulia. Dengan itu semua, kita bisa menemukan harga diri dan kemampuan mencapal ideal-self kita sendiri. Tanpa unconditional positive regard kita tidak dapat mengatasi kekurangan kita dan dak dapat tmenjadi orang yang berfungsi sepenuhnya .

Rogers mengajarkan bahwa individu yang sehat adalah individu yang sepenuhnya, yaitu yang telah mencapai keselarasan antara diri yang (eal self) dan diri yang dicita-citakan (ideal self). Jika ada penggabungan antara apa yang orang rasakan tentang bagaimana dirinya dan apa yang mereka inginkan, mereka mampu menerima dirinya menjadi diri sendiri dan fudup sebagai diri sendiri tanpa konfilk.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *