Cara Umum Menyalurkan Energi Emosional Anak

Cara Umum Menyalurkan Energi Emosional Anak

Cara umum untuk menyalurkan energi emosional yang terpendam pada diri anak dapat berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi fisik, penyebab mereka emosi, kondisi lingkungan, dan reaksi orang-orang di sekitar anak. Namun, kondisi ini perlu dibenahi segera sesaat setelah anak merasa tenang. Berikan waktu pada mereka untuk menjadi tenang dengan tidak mendekat atau bertanya apapun. Berikut ini beberapa cara untuk menyalurkan emosi pada anak usia dini.

KEMURUNGAN

Kemurungan adalah keadaan emosi yang diperpanjang karena adanya energi emosi yang tertahan dan emosi itu dibiarkan tetap menyala. Emosi yang tidak menyenangkan paling mungkin ditahan, sehingga anak tampak merengut, tidak sehat, berdiam diri, atau masgul. Mereka menjadi tidak bergairah dan bekerja dengan hasil di bawah tingkat kemampuan mereka menjadi asyik dengan diri dan perasaan mereka sendiri.

REAKSI PENGGANTI

Energi emosional dapat dilepaskan dengan mengganti reaksi emosional yang biasanya dilakukan dengan reaksi yang lebih dapat diterima secara sosial. Sebagai contoh, jika anak marah, mereka mungkin mengganti reaksi memukul atau menendang dengan reaksi mencaci-maki, atau mungkin melakukan sesuatu yang bermanfaat atau konstruktif.

PEMINDAHAN

Dalam pemindahan (displacement), reaksi emosional ditujukan kepada manusia, binatang, atau obyek yang tidak ada hubungannya dengan rangsangan. Sebagai contoh, anak yang marah bukannya memukul dan membentak orang yang telah menimbulkan kemarahannya, tetapi menyerang korban yang tidak bersalah sebagai kambing hitam.

REGRESI 

Salah satu di antara cara umum untuk mengekspresikan emosi yang terhalang pada masa kanakkanak ialah dengan regresi, — yaitu kembali ke bentuk perilaku sebelumnya, bahkan”yang infantil. Sebagai contoh, anak yang cemburu mungkin ngompol .di tempat tidur atau menyatakan bahwa mereka masih harus dibantu untuk berpakaian.

baca juga : Metode Belajar Yang Menunjang Perkembangan Emosi

LETUSAN

Emosi  Di dalam letusan emosi, anak-anak bereaksi dengan hebat terhadap rangsangan yang remeh. Apabila marah, maka mereka melakukan Iedakan kemarahan (temper tantrums) di luar batas kewajaran terhadap obyek yang telah membuat mereka marah. Karena anak-anak yang lebih tua mengetahui bahwa mereka dituntut untuk mengembangkan toleransi terhadap frusrasi, letusan emosi mereka sering beralih menjadi rasa tidak mampu, rasa bersalah, dan malu.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *