Buku Cerita Elektronik untuk Anak

Buku Cerita Elektronik untuk Anak

Buku cerita elektronik mendukung adanya perkembangan teknologi yang juga dirasakan oleh anak-anak terlebih di masa pandemi. Seiring perkembangan jaman dan teknologi, buku diterbitkan dalam bentuk digital atau elektronik dengan tampilan yang menarik dan mudah dibawa (Evans., Nowak, Burek, & Willoughby, 2017). Beberapa buku elektronik bahkan ada yang memberikan suara tentang bagaimana cara mengucapkan ejaan yang benar. Secara umum, buku elektronik bisa disebut sebagai electronic book, e-book, eBook, e-Book, ebook, digital book, atau bahkan e-edition (Prasetya & Tsukasa, 2018). Buku elektronik lebih banyak diminati karena praktis untuk dibawa kemana-mana. Selain itu, dalam buku elektronik biasanya memiliki fitur untuk melakukan pencarian sehingga kata-kata dalam buku tersebut mudah untuk ditemukan (Widodo, 2016)

Keefektivan penggunaan buku elektronik telah diteliti oleh Korat, O., & Shamir, A. (2012) yang menyatakan bahwa anak yang membaca buku elektronik menunjukkan kemajuan yang lebih baik dalam pemahaman kosakata dibandingkan dengan yang menggunakan buku cetak. Lebih lanjut, Korat & Blau (2010) juga membuktikan bahwa anak yang membaca buku elektronik sebanyak lima kali menunjukkan kemajuan yang lebih baik dalam kesadaran fonologis (kemampuan anak dalam mendeteksi dan memanipulasi bunyi) dibandingkan dengan anak yang membaca buku tersbut sebanyak tiga kali saja. Penggunaan media elektronik dalam pembelajaran di sekolah juga dapat memberikan variasi suasana belajar yang mungkin selama ini masih konvensional. Sifat anak usia dini yang mudah bosan mendorong guru harus ters berinovasi dalam penggunaan media pembelajaran.

Buku elektronik dapat mendorong minat anak untuk membaca sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut mampu mengurangi perilaku negatifnya (Ciampa, K. (2012). Penelitian tersebut menunjukkan jika online reading software, motivasi, dan metode pembelajaran kontrustivistik dapat mendorong anak untuk suka membaca sejak dini. Lebih jauh, media ini juga dapat meningkatkan anak untuk menyelesaikan tugas, perhatian, dan kompetensinya. Banyak manfaat yang akan didapatkan ketika membaca menggunakan buku elektronik.

Anak sangat antusias ketika diberikan buku cerita elektronik meskipun tanpa dukungan dari guru (Prasetya & Tsukasa, 2018). Penggunaan berbagai elemen media seperti teks, gambar, dan warna dalam buku cerita elektronik menciptakan media yang edukatif dan menarik bagi anak. Media ini dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan pengetahuan dan penanaman nilai-nilai karakter tokoh cerita pada anak prasekolah. Alur cerita yang sederhana dengan mengusung tema kehidupan sehari-hari memudahkan anak untuk memahami isi cerita yang disampaikan.

baca juga: Pedoman Kurikulum 2013 PAUD: Analisis Kekurangan

referensi: Arifiyanti, N., & Ananda, K. (2018). PRODUKSI KOSAKATA ANAK MELALUI ELECTRONIC WORDLESS PICTURE STORYBOOK. RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya11(2), 101-107.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *