Aspek Kesehatan Anak

Aspek kesehatan anak harus dapat orang tua penuhi untuk menunjang pertumbuhannya secara maksimal. tidak semua orang tua mau memperhatikan kebuthan pertumbuhan anak terkait aspek kesehatan anak. berikut kami bahas aspek kesehatan pada anak.

baca juga:Gizi yang Kurang Memadai pada Anak Usia Dini

Obesity

Sekalipun demikian terdapat suatu basis yang kuat dan dapat dipercaya bahwa kelebihan berat badan sering kali disebabkan oleh kurang berolahraga dan terlalu banyak makan. Anak yang diadopsi ternyata mempunyai korelasi positif dengan orang tua aslinya, namun tidak ada korelasi sama sekali dengan orang tua yang mengadopsinya. Anak gemuk biasanya kurang aktif dibandingkan dengan anak lain yang kurang gemuk dan suka menonton TV.

Anak-anak gemuk biasanya tidak tumbuh menjadi gemuk pada mulanya, namun mereka menjadi gemuk setelah dewasa. Orang dewasa yang gemuk menghadapi berbagai risiko dan masalah kesehatan, misalnya tekanan darah, diabetes, dan jantung. Sekalipun demikian anak yang gemuk masih dapat dipelihara dengan baik, antara lain diubah cara makannya, latihan olah raga secara teratur dengan melibatkan orang tuanya. Sebaiknya orang tua jangan membiasakan memberi hadiah makanan yang manis-manis terhadap anaknya yang berperilaku baik, sebaiknya menyediakan makanan kecil yang beraneka ragam dan berhenti membelikan makanan yang banyak mengandung kalori tinggi atau berlebihan.

Kondisi Medis pada Masa Kanak-Kanak

Pada umumnya anak sering mendapat sakit, namun penyakit tersebut berlangsung singkat. Selama studi 6 tahun disimpulkan pada umumnya anakanak mendapat sakit yang akut dalam waktu singkat dengan berbagai kondisi medis, biasanya kena virus atau flu, dan hanya satu dari 9 anak yang menderita penyakit kronis seperti migraine (kepala pusing) atau penglihatan jarak dekat.

Terdapat 80% anak yang sering dirawat karena luka. Di samping itu juga banyak terdapat penyakit seperti sakit tenggorokan, radang tenggorokan, infeksi telinga, dan gangguan emosional yang sering kali menjadi bertambah pada waktu anak mendekati usia puber.

Penglihatan

Pada anak usia sekolah, penglihatannya lebih tajam daripada waktuwaktu sebelumnya. Anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun cenderung memiliki penglihatan jarak jauh, sebab mata mereka belum matang (matured) dan dibentuk secara berbeda daripada orang dewasa. Namun setelah usia tersebut, maka mereka bukan hanya lebih matang, tetapi juga dapat memfokuskan penglihatan lebih baik.

Sekalipun demikian penglihatan anak dari kalangan kurang mampu tidak dapat berkembang secara normal. Sepuluh persen dari anak berusia 6 tahun mengalami kurang penglihatan, dan tujuh persen mengalami gangguan pandangan jarak jauh; dan kondisi semacam ini meningkat menjadi tujuh belas persen pada usia 11 tahun.

Kesehatan Gigi

Pada usia 6 tahun anak mengalami tanggal giginya yang pertama kali. Selanjutnya diganti dengan gigi yang tetap setiap tahun sebanyak empat gigi untuk tahun kelima berikutnya. Perbaikan gigi tersebut dikarenakan dipergunakannya fluoride secara meluas yang berbentuk tablet dalam air yang diminum. Perbaikan gigi yang dapat mencegah penyakit gigi pada anak-anak, dikarenakan mereka suka mengunyah makanan yang manis-manis, seperti gula-gula dan sebagainya.

Kebugaran Anak

Pada dewasa ini latihan fisik bagi anak-anak sangat baik jika dibandingkan dengan tahun 1960-an. Jantung dan paru-paru mereka bentuknya kurang baik dibandingkan dengan anak-anak yang suka berolahraga daripada anak-anak usia pertengahan tahun. Mengapa anak-anak tersebut sangat jelek bentuk jasmaninya. Hal ini disebabkan mereka kurang aktif berolahraga. Setengah dari kelas mereka yang mengikuti pendidikan jasmani di sekolah dan hanya sebagian kecil yang suka.

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *