Androgini dan Pendidikan, Seperti Apa Konsepnya?

Androgini dan Pendidikan, Seperti Apa Konsepnya?

Androgini dan pendidikan haruskah diajarkan pada anak-anak? Androgini yang datangnya secara umum akan lebih mudah untuk mengajarkan androgini kepada perempuan dibandingkan kepada anak laki-laki dan akan lebih mudah untuk mengerjakannya sebelum sekolah menengah pertama . Sebagai contoh dalam sebuah penelitian , kurikulum gender di mulut buka tahun untuk anak tk , kelas 5 , dan 3 sekolah menengah pertama . Yang termasuk dalam program ini adalah buku, materi diskusi, dan kegiatan dalam kelas yang cenderung antara . Program ini paling berhasil pada anak kelas 5 sd dan paling tidak berhasil pada kelas 3 sekolah menengah pertama . Murid-murid kelas 3 sekolah menengah pertama ini terutama yang laki-laki menunjukkan efek boomerang di mana mereka memiliki sikap yang lebih tradisional terhadap peran gender selama 1 tahun program dibandingkan dengan sebelumnya

Pendukung program androgini percaya bahwa pengklasifikasian jenis kelamin secara tradisional akan memberikan dampak yang buruk terhadap seluruh murid dan khususnya akan menghambat perempuan mendapatkan kesempatan yang sama . Sedangkan para penentangnya berpendapat bahwa goblok androgini ini terlalu banyak muatan nilainya dan mengabaikan keberagaman peran gender dalam masyarakat . Sementara itu kekhawatiran mengenai bagaimana anak laki-laki dibesarkan dengan cara tradisional yang disebut sebagai nationale crisis of boy hut di singgung oleh william kolek dalam bukunya yang berjudul real boys pt menurutnya meskipun sudah banyak diperbincangkan mengenai laki-laki yang sensitif sangat sedikit upaya untuk mengubah apa yang disebut sebagai boy code atau kode laki-laki.

baca juga : Klasifikasi Peran Gender pada Anak-anakv

Menurut dia kode-kode ini mengatakan bahwa anak laki-laki tidak boleh menunjukkan emosinya ketika mereka tumbuh . Seringkali anak laki-laki disosialisasikan untuk tidak menunjukkan perasaan mereka dan bertindak tegar . Laki-laki mempelajari kode laki-laki ini dalam berbagai konteks seperti tempat bermain , sekolah , perkemahan , lingkungan pergaulan dan diajari tentang kode ini adalah orang tua teman sebaya pelatih olahraga guru maupun orang dewasa lain . Pollack dan juga ahli lainnya percaya bahwa akan lebih menguntungkan bagi anak laki-laki bila mereka disosialisasikan untuk mengekspresikan kecemasan dan kekhawatiran mereka dibandingkan jika mereka memendamnya . Dan juga belajar bagaimana cara mengatur agresi mereka dengan lebih baik

 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *