Anak Satu Tahun, Bagaimana Stimulasi Kogntifnya?

Anak Satu Tahun, Bagaimana Stimulasi Kogntifnya?

Anak satu tahun mulai belajar banyak hal. Perilaku kakak, teman yang ada dilingkungan rumah, orangtua, dan keluarga menjadi hal yag dicontoh oleh anak. Apa yang oranglain lakukan pasti akan ia tirukan. Meskipun demikian tidak setiap orang mereka tirukan, hanya yang mereka kenal saja.

Perkembangan kognitif anak usia satu tahun dapat diamati dari cara mereka berperilaku dan memandangi obyek. Terkadang juga bagaimana ia memperlakukan sebuah obyek atau benda yang ia sentuh atau pegang. Mereka sangat tertarik dengan benda-benda di sekitarnya. tak heran tangan dan kaki mereka selalu kotor.

Berikut beberapa kegiatan yang dapat merangsang kognitif anak usia satu tahun.

Cilukba

Orangtua dapat mengajak anak bermain cilukba dengan menutup wajah lalu membukanya. Ketika menutup wajah, roangtua mengakatan cilukkk. Ketika membuka wajah orangtua mengajatakan baa. Anak akan antusias mengikuti gerakan ini. Selain anak belajar mengkoordinasikan tangan untuk menutupi wajah, mereka juga akan terbiasa mentap mata langsung lawan bicaranya.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika semakin sering orangtua menatap mata anak, maka akan meningkat pula kecerdasannya. Kontak mata penting untuk menyambungkan sinaps otak dan memberikan kelekatan anak-orangtua.

Petak umpet

Anak usia satu tahun dapat diajak bermain ini menggunakan ruang-ruang di rumah. Pastikan jarak antara bunda dan anak tidak terlalu jauh. Artinya anak masih dalam pengawasan, meskipun bunda sedang bersembunyi. Jarak yang digunakan juga tidak terlalu jauh dan luas untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena anak usia satu tahun juga masih tahap belajar berjalan, orangtua harus memastikan bahwa anak dalam keadaan aman. Selain masih belajar berjalan, mereka juga mulai suka memanjat kursi dan tempat tidur. Permainan petak umpet dapat membuat anak senang. Mereka akan senang sekali manakala dapat menemukan orangtua yang sedang bersembunyi.

Kejar-kejaran

Orangtua dapat menjadi hewan seperti singa atau ikan yang sedang mengejar anak. Ajak anak sambil becanda dengan kalimat , “adek ada singaaa.. roooarrr roooaarrr…” sambil tertawa ajak anak untuk bermain kejar-kejaran. Hal yang harus dipastikan dalam permainan ini adalah awasi anak jangan sampai terjatuh.

Sembunyikan benda

Orangtua dapat menggunakan dadu atau benda kecil yang daapt digenggam. Berikan pilihan pada anak untuk menebak dimana benda kecil tadi. Apakah di tangan kanan atau kiri. Anak dapat diminta untuk membuka. Terkadang orangtua juga selipkan proses ketika di kedua tangan tidak ada bendanya. Jadi kosong. Hal ini akan membuat anak berfikir kok tidak ada. lalu berikan isyarat dimana orangtua meletakkannya.

baca juga : Matematika untuk Anak Usia Dini

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.